Selasa, 01 Mei 2012

Menkes Endang Sedyaningsih Telah Berpulang

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia. Menkes Endang meninggal pada Rabu (2/5/2012) pukul 11.50 WIB di RSCM Kencana.

"Ibu Menkes sudah pergi 2 menit lalu. Masih di RSCM," kata suami Menkes, dr Reanny Mamahit ketika dihubungi detikcom pukul 11.50 WIB.



Berikut ini biodata almarhumah:

Nama:
dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH

Tempat Tanggal Lahir:
Jakarta, 1 Februari 1955

Suami:
Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang)

Anak:
Arinanda Wailan Mamahit
Awandha Raspati Mamahit
Rayinda Raumanen Mamahit

Pendidikan:
- Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Sarjana tahun 1979)
- Gelar Master on Public Health dari Harvard School of Public Health 1992
- Gelar Doktor Kesehatan Masyarakat diperoleh di Harvard University, USA tahun 1997

Karir:
- Tahun 1990, memulai karirnya di Departemen Kesehatan.
- Tahun 2004 sebagai pejabat fungsional dengan pangkat Peneliti Madya.
- Pada 26 Januari 2007 dipercaya oleh Menkes Siti Fadilah Supari sebagai Kepala Puslitbang Biomedis dan Farmasi.
- Pada 24 Juli 2008 sebagai peneliti Madya pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi.
- Sejak 1 Agustus 2008 sebagai Peneliti Utama pada Puslitbang Biro Medis dan Farmasi.
- Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II ( (2009-2014) yang menjabat sejak 22 Oktober 2009, menggantikan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP (K).

Penghargaan:
- Penulis Artikel terbaik ke-2 Badan Litbangkes tahun 2000
- Presentasi Poster Terbaik ke-3 pada Conferensi Asia Pasifik ke-3 tentang Perjalanan Kesehatan.

Karya:
- Pengembangan Jaringan Virologi dan Epidemiologi Influenza di Indonesia (2007)
- Karakteristik kasus-kasus flu burung di Indonesia (Juli 2005-Mei 2006)
- Kajian penelitian sosial dan perilaku yang berkaitan dengan Infeksi Menular Seksual, HIV/AIDS di Indonesia (1997-2003).
- Lebih dari 50 artikel ditulis dr Endang di jurnal nasional dan internasional. Penghargaan yang pernah diperoleh dokter Endang antara lain Sulianti Award dan APACPH (Asia Pacific Academics of Public Health) Award.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar