Rabu, 09 Mei 2012

Mesir-Iran Bersatu, AS-Israel Tertekan

Kelompok politik Mesir menekankan pentingnya upaya untuk mulai menjalin hubungan dengan Republik Islam Iran.

Ketua Partai Demokratik Perdamaian, Ahmad al-Fadhali kepada televisi al-Alam mengatakan, presiden mendatang Mesir harus menjalin hubungan yang kuat dengan Iran.



Menurutnya, presiden mendatang Mesir hanya akan kuat dan memiliki popularitas tinggi jika tidak mengekor pada kebijakan AS, Israel serta perjanjian Camp David, namun sebaliknya ia menerapkan kebijakan memulihkan hubungan Kairo dan Tehran serta berusaha membebaskan Palestina dan al-Quds.

Naji al-Shahabi, anggota parlemen Mesir kepada al-Alam mengatakan, pembatakan kesepakatan damai dengan Rezim Zionis Israel merupakan harapan dirinya kepada presiden mendatang Mesir.

"Upaya Mesir untuk menjalin hubungan dengan negara-negara Arab dan Islam termasuk Republik Islam Iran serta pembebasan Palestina merupakan isu penting yang harus diperhatikan presiden mendatang Mesir," ujar Naji al-Shahabi.

Sementara itu, rakyat Mesir sendiri menuntut pemerintahannya membuka hubungan dengan Iran. Seorang warga Mesir ketika diwawancarai al-Alam mengatakan, jika pemerintah Kairo membuka hubungan dengan Teheran maka hal ini akan menjadi kekuatan besar untuk menekan AS dan Israel di kawasan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar