Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Mei 2012

Sukhoi Berikan USD 50 Ribu kepada Korban



Para korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di lereng Gunung Salak, Jawa Barat, akan mendapat asuransi sebesar USD 50 ribu. Demikian dikatakan Sunaryo, konsultan bisnis development PT Trimarga Rekatama, penyuplai pesawat Sukhoi di Indonesia, di Jakarta, Jumat (11/5).

"Pemberian asuransi tersebut akan dilakukan setelah masing-masing korban berhasil diindentifikasi oleh tim yang ada di lapangan," kata Sunaryo. "Kami sebagai perantara antara keluarga dan Sukhoi akan membantu. Kami merasa klaim asuransi ini akan bisa membantu semua. Agar pemberian asuransi cepat dan sesuai dengan apa yang disampaikan."

Kamis, 10 Mei 2012

Anak Indigo Trans Lihat Ada Korban Pesawat Sukhoi Selamat



JAKARTA--MICOM: Satu Blackberry Messenger terkait korban pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung salak, Bogor, membuat heboh di sejumlah kalangan tentang kebenaran isinya.

Berikut isi pesan tersebut yang berlatar halaman facebook:

Keluarga Indigo Trans
maaf keluarga Indigo, minjem grup untuk kasih berita (dani)

kalo ada temen2 yang baca timeline ini dan kalian dekat dengan Tim SAR, sampaikan mungkin kita bisa bantu untuk mencari pesawat tersebut.jadi kondisi pesawat itu terletak di antara 2 pohon besar, jatuhnya tidak meledak, tp hancur berkeping-keping.saya liat masih ada dua yang selamat dari sana, satunya dari luar negeri, satu lagi dari Indonesia, dan mereka skrg masih bertahan di tengah hutan belantara. yang lainnya masih ada juga yang luka2.

kalo memang urgent bisa hubungi nomer saya:
087788119226

thanks
Begitulah isinya. Untuk diketahui, Indigo Trans merupakan suatu acara di televisi swasta tentang anak-anak yang memiliki kemampuan melihat sesuatu dengan firasat yang tajam.

Percaya atau tidak terserah diri kita masing-masing.

Aleksandr Yablontsev, Pilot Sukhoi Superjet 100



Aleksandr Yablontsev, pilot Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di kawasan Gunung Salak pada Rabu 9 Mei 2012 lalu ternyata baru pertama kali menerbangkan pesawat di Indonesia. Meski begitu, menurut Sunaryo, konsultan bisnis PT Trimarga Rekatama, agen penjualan Sukhoi di Indonesia, Aleksandr di negaranya dikenal sebagai pilot senior yang sudah malang-melintang membawa berbagai jenis pesawat. " Track record dia bagus" kata Sunaryo, Kamis 10 Mei 2012.


Yablontsev adalah pilot kelahiran Warsawa, Polandia, pada 3 April 1955. Ia telah menerbangkan 221 jenis pesawat dan mengantongi lebih dari 14 ribu jam terbang. Riwayat pendidikannya, ia lulus dari Higher Military Pilot School, Armavir, pada 1976.


Pada 1985, Yablontsev lulus dari Soviet Air Force Test Pilot School di Akhtubinsk. Masih pada tahun yang sama, ia lulus dari Moscow Aviation Institute. Pada 1989, Yablontsev menyelesaikan serangkaian pendidikan pada Soviet Air Force Test Pilot School.

Yablontsev juga tercatat pernah mengikuti pelatihan di tim kosmonaut alias penerbang pesawat ulang-alik pada Maret 1989-April 1991. Selama tujuh tahun, 1989-1996, ia bergabung dalam korps kosmonaut. Hanya, ia belum pernah menerbangkan pesawat ke luar angkasa.


Pada 1997, Yablontsev pensiun dari tugas militer dengan pangkat terakhir Letnan Kolonel Angkatan Udara Rusia. Sejak 1998, ia menjabat pilot untuk Transaero-Airline. Pekerjaan itu dilakoninya hingga 1999.

Kemudian ia bekerja sebagai pilot di Transaero-Airline dan Transevropskiye Aviliniy Airline. Selanjutnya, Yablontsev bergabung ke Sukhoi sebagai pilot tes pesawat komersial.




PM Rusia Perintahkan Penyelidikan Jatuhnya Sukhoi

Dmitry Medvedev. Foto : Daily Telegraph

MOSKOW - Pemerintah Rusia menganggap insiden jatuhnya Sukhoi Superjet-100 di Gunung Salak, Bogor sebagai masalah serius. Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev telah membentuk tim investigasi guna mengusut penyebab jatuhnya pesawat kebanggaan negeri Beruang Merah itu.

Seperti dilansir kantor berita Ria Novosti, Kamis (10/5), Medvedev telah menunjuk menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia ,Yury Slyusar untuk memimpin tim investigasi tersebut. Nantinya tim ini juga akan beranggotakan menteri luar negeri dan pihak perusahaan pembuat pesawat.

Seperti diketahui Sukhoi Superjet 100 merupakan pesawat angkut sipil pertama yang diproduksi oleh perusahaan pesawat tempur Rusia Sukhoi. Burung baja ini hilang dari radar Rabu (9/5) sore saat melakukan demo terbang di atas Gunung Salak beberapa saat setelah tinggal landas dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

Uji coba terbang ini dilakukan guna memperkenalkan pesawat tersebut kepada pasar penerbangan di tanah air. Kamis (10/5) pagi tim evakuasi menemukan puing pesawat berserakan di tebing Gunung Salak pada ketinggan 5500 kaki di atas permukaan laut.

Kuat dugaan pesawat sipil perdana Rusia setelah era Uni Soviet ini hancur setelah menabrak tebing gunung. Data sementara menyebut 50 orang berada dalam pesawat naas tersebut. Belum ada kepastian nasib para korban.

Ketahuan! Dukungan ke Foke di Polling melonjak drastis dengan cara hack

Polling Pembaca JPNN, Hacker Beri Dukungan ke Foke


Posisi polling pada tgl 10 Mei 2012 Pkl 10.05

Rabu, 09 Mei 2012 , 15:45:00
JAKARTA - Poling pasangan Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta yang dihadirkan JPNN, cukup menarik perhatian para pendukung keenam pasangan yang bersaing. Polling yang digagas JPNN ini hanya membolehkan satu alamat Internet Protokol (IP Addresss) dalam sehari.

Artinya, jika hari ini satu IP Address memberikan pilihan, maka IP Address yang sama hanya boleh memberikan vote pada 24 jam berikutnya. Meski begitu, polling ini juga bisa diakses menggunakan mobile phone dengan mengklik, m.jpnn.com. Sama seperti menggunakan PC, mobile phone juga hanya bisa memberikan vote satu kali.

"Polling ini juga dijamin tidak direkayasa dengan memberikan keunggulan pihak tertentu. Dengan sistem begitu, maka setiap IP Addresss hanya bleh memberikan satu pilihan dalam sehari," kata Auri Jaya, Pemimpin Redaksi JPNN.com.

Disebutkan, Polling ini juga dihitung secara real time dengan menyebutkan jumlah pemilih dan persentasi secara cepat dan cermat. Dengan begitu, maka posisi urutan pasangan calon ditentukan berdasarkan besarnya jumlah pilihan. Semakin banyak dukungan, maka posisi pasangan semakin tinggi.

Berdasarkan perhitungan pada Rabu (9/5) pukul 15.22 tercatat pasangan Joko Widodo - Basuki Tjahaya Purnama diurutan pertama dengan jumlah dukungan sebanyak 2416 atau 43,78 persen. Di urutan kedua bercokol pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dengan jumlah dukungan 1225 atau 22,2 persen disusul pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini mendapatkan dukungan 1165 atau 21,11 persen.

Sementara calon incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli hanya berhasil mendapatkan dukungan 271 suara atau 4,91 persen. Pasangan independen, Faisal Baseri-Biem Benjamin hanya menduduki posisi kelima dengan jumlah dukungan 268 atau 4,86 persen dan posisi terakhir diduduki Hendardji Supandji dan Ahmad Rifa dengan suara 174 atau 3,15 persen.

Menariknya, meski program polling ini dirancang dengan sistem yang sangat kekat, pada pukul 10.00 suara pasangan Fauzi Bowo-Nacrowi sempat melonjak ke posisi kedua dengan jumlah dukungan 1440 atau sekitar 30 persen. Suara Fauzi Bowo yang melonjak drastis itu mengundang kecurigaan tim IT JPNN.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata dukungan suara yang bertambah tersebut tidak lazim karena tidak tercatat IP Addressnya. "Kami pastikan, jumlah dukungan itu dari hacker yang menggunakan mesin peretas. Sehingga angkanya kami kembalikan berdasarkan jumlah yang riil," kata Aris, IT supporting JPNN.

Diskusi Irshad Manji Bubar Karena Diserang MMI




TEMPO.CO, YOGYAKARTA -- Diskusi buku "Allah, Liberty and Love" dengan pembicara penulis buku tersebut Irshad Manji dibubarkan massa Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) di kantor LKIS Yogyakarta, Rabu 9 Mei 2012 malam. Massa MMI yang mencapai sekitar 200 orang tiba-tiba menyerbu kantor LKIS sekitar 19.30 WIB. Massa merangsek menuju bagian pendapa LKIS yang berada di halaman belakang.

Berdasarkan pengamatan Tempo di lokasi kejadian, diskusi tersebut dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Demi keamanan, panitia menutup dan mengunci pintu gerbang dan pintu kantor LKIS. Lantaran sempat beredar kabar, bahwa diskusi Irshad tersebut akan dibubarkan organisasi massa yang tidak setuju dengan pemikiran tokoh feminis tersebut.

Saat diskusi berjalan sekitar 30 menit memasuki sesi tanya jawab antara Irshad dengan peserta yang berjumlah sekitar 50 orang. Tiba-tiba massa MMI yang berjumlah sekitar 100 orang datang dengan merusak gerendel pintu gerbang. Mereka datang dengan mengenakan jaket dan helm.

"LKIS bubar! LKIS bubar!" Teriak massa yang langsung merangsek ke halaman belakang tempat diskusi dilakukan.

Massa maju ke lokasi pendopo dengan beringas. Piring-piring berisi kacang, pisang rebus ditendang hingga pecah berantakan. Kaca-kaca kantor LKIS dipukul hingga pecah. Buku-buku Irsyad yang dipajang di meja dekat pendapa untuk dijual dirusak hingga lembaran kertasnya bertebaran di halaman belakang.

Mereka juga berteriak agar selain wartawan, tetap berada di tempat. Kepada wartawan yang hadir, MMI membagikan pernyataan sikap. MMI menilai propaganda kebebasan dan lesbianisme Irshad Manji merupakan penistaan dan penodaan terhadap Islam serta propaganda atheisme terselubung.

Selain itu, siapa saja yang memfasilitasi acara-acara Irshad Manji di Indonesia, berarti memfasilitasi aktivitas musuh agama dan musuh agama dan musuh negara.

Kejadiannya cukup singkat sekitar 15 menit. Massa kemudian mundur sambil memaki-maki orang-orang yang hadir."Islam tidak mengajarkan orang menjadi lesbian!" Teriak massa MMI.

Selama massa MMI bertindak brutal, tidak ada satu orang pun polisi yang hadir untuk mencegah. Bahkan Tempo hanya menemukan satu orang polisi yang mengaku Kepolisian Sektor Banguntapan kabupaten Bantul di jalan depan LKIS. Polisi itu membawa senapan laras panjang.

Foto Bangkai Sayap Pesawat Sukhoi Beredar di Internet


Tim SAR dikabarkan telah sampai di lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di tebing puncak Gunung Salak, Bogor. Kerusakan parah memang tampak dari badan pesawat yang hancur berkeping-keping menjadi banyak bagian.

Selain itu saat ini sudah beredar melalui berbagai saluran digital, foto sayap pesawat yang berantakan. Dalam foto itu, terlihat sayap pesawat berwarna putih itu tampak porak-poranda dan terjatuh di lahan yang dipenuhi pepohonan. Di beberapa bagian tampak gosong. Sejumlah anggota Tim SAR tampak berada di dekat sayap pesawat yang luluh lantak tersebut.

Belum diketahui siapa pihak yang memotret foto tersebut. Yang jelas, perwakilan PT Trimarga Rekatama, Marsekal Muda (Purn) Sunaryo membenarkan bahwa foto tersebut merupakan foto sayap pesawat Sukhoi yang jatuh di tebing gunung Salak. "Ya benar, foto itu, karena tim SAR sudah sampai lokasi," kata Sunaryo, Kamis (10/5).

Berbagai Kejanggalan dalam Tragedi Pesawat Sukhoi di Gunung Salak


Sukhoi Superjet (SSJ) 100 hilang kontak dengan Air Traffic Control Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada Rabu (9/5/2012) dan ditemukan serpihannya pada hari Kamis ini di Gunung Salak. Banyak kejanggalan pada joy flight penerbangan SSJ-100 ini.

Rute Joy Flight

Kejanggalan ini diungkapkan pengamat penerbangan Samudera Sukardi, yang juga mantan petinggi Pelita Air. Joy flight yang dilakukan pesawat Sukhoi Superjet100 dari Bandara Halim Perdanakusuma, melewati rute Pelabuhan Ratu yang melintasi wilayah pegunungan yang gelap. Hal ini dinilai tidak lazim karena biasanya joy flight dilakukan pada rute yang lebih terang, yakni melintasi wilayah laut.

"Untuk joy flight seharusnya mengambil rute Krakatau, melewati wilayah laut yang terang. Tapi ini melewati Pelabuhan Ratu, melewati wilayah pegunungan yang gelap," ujar pengamat penerbangan, Samudera Sukardi, saat dihubungi detikcom, Rabu (8/5/2012) malam.

Samudera menuturkan, joy flight atau penerbangan demonstrasi biasa dilakukan di atas wilayah laut yang terang. Baik pesawat jenis besar, sedang, hingga kecil, seperti Bombardier dan Cessna Caravan, selalu melintasi wilayah laut.

"Selama ini, joy flight belum pernah ke arah situ. Selalu lewat wilayah laut," tuturnya.

Nah, siapa yang mengizinkan rute joy flight yang janggal itu?

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menguraikan garis besar perizinan pesawat asing bisa terbang di Indonesia. Ada 2 prosedur untuk itu.

"Untuk terbang di wilayah udara Indonesia ada 3 instansi yang mengeluarkan izin. Kemenlu untuk diplomatic clearance, Kemenhan untuk security clearance dan Kemenhub untuk hak angkut dan teknis pesawat," jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan.

Nah untuk Indonesia dan Rusia, kedua negara sudah memiliki Airworthiness Bilateral Agreement. Artinya, mengakui sertifikasi yang dikeluarkan penerbangan sipil masing-masing negara.

"Hal ini menjadikan dasar hak angkutnya," jelas dia.

Kemudian saat prosedur tersebut sudah dilalui, prosedurnya kemudian perusahaan penerbangan, dalam hal ini perantara Sukhoi, PT Tri Marga Rekatama dan pihak Sukhoi harus mengajukan flight plan ke Air Traffic Service (ATS) yang mengatur lalu lintas udara. Flight plan ini ada 2, yang satu diserahkan ke ATS dan satunya dibawa pihak pilot.

"Kan harus disetujui dulu (oleh ATS) baru dibawa. Kalau dia nggak bawa dia mau terbang ke mana," jelas Bambang masalah perizinan ini juga akan diinvestigasi oleh KNKT.

Kemenhub menegaskan belum mengeluarkan sertifikat layak terbang standar Indonesia bagi pesawat Sukhoi Superjet 100. Alasannya pesawat buatan Rusia tersebut memang belum resmi didatangkan oleh para maskapai dan belum akan dioperasikan di Indonesia secara komersial.

"Kalau ada permintaan, kita akan menguji, sekarang ini kan masih tahap promosi," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Ishaful Hayat kepada detikFinance, Kamis (10/5/2012)

Di satu sisi, PT Tri Marga Rekatama mengakui bahwa rute itu atas permintaan pilot Sukhoi sendiri. "Itu atas permintaan penerbangnya. Di antara penerbang itu juga kan ada dari kita, sudah hafal rute," jelas Sunaryo dari PT Trimarga Rekatama, saat dihubungi detikcom, Kamis (10/5/2012).

Jadi, rute itu pun tidak serta merta diputuskan mendadak. Rute itu sudah didiskusikan lebih dahulu. Para penerbang ini juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait.

Sunaryo juga memastikan Alexander Yablontsev, Pilot In Command (PIC) telah mengetahui medan Gunung Salak. "Oh dia tahu karena sebelum berangkat, dia mempelajari map dari rute penerbangan," kata Sunaryo dalam jumpa pers di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta, Kamis (10/5/2012).

Izin Turun ke 6 Ribu Kaki

Pesawat SSJ-100 ini hilang kontak setelah 21 menit lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusumah, tepatnya pada pukul 14.33 WIB. Saat hilang kontak, ATC di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng menerima permintaan dari pilot untuk turun dari ketinggian 10 ribu kaki kepada 6 ribu kaki.

"Baru melaporkan akan turun itu, belum (diizinkan). Biarkan KNKT yang melakukan investigasi untuk itu," jelas Bambang S Ervan ketika dikonfirmasi mengapa Air Traffic Control (ATC) mengizinkan turun pesawat itu ke ketinggian 6 ribu kaki.

Dari Basarnas, humas Basarnas Gagah Prakoso mengatakan hal itu merupakan inisiatif pilot. Belum diketahui apakah langkah itu ditempuh karena cuaca buruk atau faktor lain. Saat pilot meminta izin, ATC belum memberi jawaban.

"Belum sempat dijawab, tapi sudah hilang kontak," ungkapnya.

Perwakilan PT Trimarga Rekatama mengatakan, Sukhoi hendak mengambil ketinggian dengan turun di 6 ribu kaki. Namun menjadi tanda tanya, ketinggian di Gunung Salak sekitar 7 ribu kaki. Apa tidak takut menabrak?

"Saya juga heran kenapa diizinkan," kata Sunaryo dari PT Trimarga Rekatama.

Misteri soal apakah pesawat tersebut diizinkan turun atau tidak ini yang perlu diketahui. Lagi-lagi, tugas KNKT untuk menginvestigasinya.

Sinyal Darurat Tidak Terdeteksi

Pesawat SSJ-100 ini saat hilang kontak, tidak mengirimkan sinyal darurat, yang dikenal dengan Emergency Locator Transmitter (ELT), yang langsung memancarkan sinyal dalam keadaan darurat.

Hal tidak adanya sinyal darurat ini disampaikan oleh humas Basarnas, Gagah Prakoso. Tak hanya ATC Halim, tapi Singapura dan Australia tak mendeteksi sinyal yang biasa dipakai saat pesawat ada gangguan itu.

"Tidak ada sinyal yang kami terima. Singapura dan Australia juga tidak," kata Kepala Humas Basarnas Gagah Prakoso di Terminal Kedatangan Halim Perdanakusumah, Kamis (10/5/2012).

Gagah menyebutkan, jika pesawat mengalami gangguan, maka emergency signal akan dikirim ke Air Traffic Control (ATC) terdekat. Dalam kasus ini, biasanya Singapura dan Australia juga bisa mendeteksi.

"Tapi ini tidak ada. Untuk lebih jelasnya, kita tunggu KNKT," jelasnya.

Padahal spesifikasi pesawat dari situs Sukhoi, SSJ-100 ini dilengkapi pendeteksi kegagalan sistem. Termasuk dilengkapi Traffic Collision Avoidance System (TCAS) generasi kedua alias sistem yang bisa mendeteksi bila pesawat itu akan mengalami tumbukan dengan pesawat atau obyek lain. Sistem avionik SSJ 100 memiliki keunggulan keselamatan penerbangan dan kehandalan yang tinggi.

Sinyal HP Masih Menyala

SSJ-100 diberitakan hilang kontak denan ATC Cengkareng pada pukul 14.33 WIB. Namun, telepon seluler alias HP 2 wartawan majalah Angkasa, Didi Yusuf dan Dodi Aviantara, masih aktif saat dihubungi pukul 17.00 WIB. Tapi keduanya tidak mengangkat telepon.

"Benar, kami sudah cek. Keduanya ada dalam manifes," ujar editor majalah Angkasa, Dudi Sudibyo, ketika dihubungi detikcom, Rabu (9/5/2012).

Dudi mengatakan pihak Angkasa telah mencoba berkali-kali menghubungi kedua jurnalisnya, namun tidak ada jawaban dari mereka. "Terakhir kami coba pukul 17.00 WIB kami kontak, nadanya masuk. Tapi tidak ada jawaban," jelasnya.

Nah, apakah sinyal HP yang masih menyala ini juga mempengaruhi penerbangan itu?

Kunci semuanya, ada pada black box atau kotak hitam yang berada dalam badan pesawat, apakah karena human error atau faktor cuaca? Black box inilah yang merekam percakapan pilot-ATC pada Cockpit Voice Recorder (CVR) dan data-data penerbangan dalam Flight Data Recorder (FDR).

Ketua KNKT Tatang Kurniadi mengatakan juga sudah meminta rekaman percakapan pilot-ATC yang dimiliki ATC untuk keperluan investigasi. Tentunya, rekaman confidential, tak bisa diketahui publik selama investigasi KNKT dilakukan.

Hal ini karena pernah ada kasus, data percakapan pilot-ATC dalam rekaman kotak hitam beredar dalam kasus jatuhnya AdamAir KI 574 yang jatuh di Majene, Sulbar pada 2008 lalu sebelum KNKT merilis hasil investigasinya.

Panjang memang investigasi yang dilakukan KNKT hingga akhirnya bisa dibuka ke publik, berbilang bulan bahkan tahun. AdamAir KI 574 yang jatuh di perairan Majene, Sulawesi Barat pada 1 Januari 2007 baru bisa ditemukan kotak hitamnya pada 28 Agustus 2007. Hasil investigasi itu kemudian diumumkan Maret 2008.

Kecelakaan pesawat Merpati berjenis MA-60 di Kaimana, Papua pada Mei 2011 baru dirilis hasilnya pada Mei 2012 lalu. Jadi, mari menunggu hasil investigasi KNKT.

Misteri Kabut Gunung Salak yang Menjadi Hantu Bagi Para Penerbang


Untuk kesekian kalinya, pesawat udara mengalami kecelakaan di Gunung Salak. Cerita takhyul dan mistik pun mengemuka. Ada kabut misterius yang selalu 'menjebak' pesawat yang melintas. Percayakah Anda?

"Secara logika semua mengetahui, pegunungan itu berkabut. Apalagi Gunung Salak, ini khas, mulai jam 14.00 WIB itu, kabut sudah turun. Bogor itu kan daerah hujan," jelas Kepala Pentak Lanud Atang Sendjaja, Mayor Ali Lubis, saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (10/5/2012) pukul 16.30 WIB.

Ali meminta agar urusan mistik tidak dikait-kaitkan. Dia menjelaskan, para penerbang di Lanud Atang Sendjaja pun sudah menyadari soal kabut itu. Karenanya, kalau sudah di bawah pukul 14.00 WIB, kawasan itu mesti dihindari.

"Jadi benar-benar harus diperhatikan cuaca, benar-benar dicek. Dan kalau cuaca buruk atau berkabut jangan sekali-kali mendekati wilayah itu," imbuhnya.

Kabut memang berbahaya. Ali menambahkan, penerbangan yang dilakukan melintas di pegunungan mesti benar-benar berhati-hati. Tidak perlu berbicara urusan mistik, semua didasarkan pada logika saja.

"Jadi kalau ada yang mengait-ngaitkan dengan mistik, saya no comment saja," tuturnya.

Seperti diketahui, pesawat Sukhoi Superjet 100 melakukan joy flight di atas Gunung Salak setelah pukul 14.00 WIB, Rabu (9/5/2012) kemarin. Pada jam itu, kemungkinan besar kawasan gunung Salak sudah berkabut. Pesawat dengan jumlah 45 orang di dalamnya akhirnya menabrak gunung dan meledak.

Foto-Foto Narsis Penumpang Sukhoi Sebelum Kecelakaan

Satu lagi musibah terjadi. Pesawat jenis Sukhoi Superjet 100 hilang kontak saat melakukan penerbangan di sekitar kawasan gunung Salak Bogor, Jawa Barat pada hari Rabu (9/5/2012) sore. Pesawat Sukhoi yang ditumpangi 48 orang tersebut diperkirakan jatuh dan menabrak gunung Salak setelah hilang kontak dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kecelakaan tersebut sungguh mengagetkan mengingat penerbangan naas itu merupakanjoy flight atau semacam test drive. Para penumpangnya dari berbagai kalangan, mulai pengusaha sampai wartawan.

Masih simpang siur memang kabar tentang Sukhoi tersebut. Namun yang jelas, sobat dimana pun berada untuk mendoakan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing semoga kabar kecelakaan itu hanya isapan jempol semata. Semoga semuanya selamat dan kembali kepada keluarga masing-masing tanpa kekurangan suatu apapun.

Berikut kami hadirkan kumpulan foto Sukhoi Superjet 100 beserta para awak dan penumpangnya yang sempat foto-foto bersama sesaat sebelum take off. Barangkali ada dari sebagian sobat yang mengenal wajahnya.

Sumber : http://www.terungkap.info/2012/05/foto-narsis-awak-sebelum-sukhoi-jatuh.html









































































Sumber : http://www.terungkap.info/2012/05/foto-narsis-awak-sebelum-sukhoi-jatuh.html